Featured Post

Hari Tanpa Malam

Hari Tanpa Malam

“Hari tanpa malam?, berarti terang terus dong?, seperti apa sih?”, mungkin itu beberapa pertanyaan yang pertama muncul dibenak teman-teman ketika mendengar kalimat tersebut.

(pemandangan siang hari daerah sekitaran lintang utara)

Meskipun bagi sebagian orang mungkin hal ini adalah fenomena alam yang memang sudah biasa terjadi, akan tetapi tidak menutup kemungkinan sebagian orang lainnya termasuk teman-teman ada yang baru mengetahuinya.

Bahkan mungkin menganggap fenomena ini sesuatu hal yang menarik untuk diketahui, seperti sebelumnya saya pernah membagikan postingan yang berjudul ‘hari tanpa bayangan’.

Hari tanpa malam ini berkaitan erat dengan beberapa faktor diantaranya yaitu:

1. Tempat (negara yang ada di Bumi)

2. Bumi dan rotasinya

3. Matahari (titik terbit)

Sebelum kita bahas lebih detail lagi, mari kita satukan dulu pemahaman kita kalau bumi itu bulat, namun jika ada dari teman-teman yang menganut ‘flat earth’ maaf gak akan nyambung karena beda Mazhab :D.

Tapi tidak apa-apa kok, buat yang beda mazhab yang mau baca sekedar nambah wawasan, walaupun berbeda-beda kita tetap satu jua ya teman-teman, NKRI HARGA MATI, MERDEKA.

<=Back to topic =>

Hari tanpa malam ini merupakan hari dimana suatu tempat tersebut benar-benar dihabiskan dalam 24 jam nya itu disinari oleh sang surya, jadi benar-benar terang terus.

Sebagaimana kita ketahui, dalam sehari semalam itu hitungannya ada 24 jam, dan terbagi menjadi 12 jam untuk lamanya siang dan 12 jam untuk lamanya malam.

Perlu kita ketahui pembagian lamanya siang dan lamanya malam yang sama yaitu 12 jam, hanya terjadi saat matahari tepat berada di bidang/garis equatorial.

Bidang/garis equatorial adalah garis khayal yang seolah-olah membelah bumi menjadi 2 bagian yaitu bagian utara dan bagian selatan dan sejajar terhadap poros rotasi bumi.

Menurut para ahli astronomi yang telah melakukan penelitian dengan saksama tentang rotasi bumi terhadap porosnya, bahwa bumi memiliki garis-garis lintang yang membentuk permukaan lingkaran.

Dari pengamatan tersebut juga para ahli astronomi dapat memperlihatkan bahwa matahari memiliki ‘banyak tempat terbit’, yaitu bergantung dari lintang derajat yang ada.

Pada saat matahari berada di 23,5 derajat lintang utara dan 23,5 derajat lintang selatan, merupakan posisi maksimum matahari.

Posisi maksimum matahari akan tepat berada di equatorial pada setiap tanggal 21 Maret/21 September, pada saat inilah lamanya siang sama dengan lamanya malam yaitu 12 jam.

Gimana teman-teman, sudah menjawab pertanyaan hari tanpa malam?

LOH, BELUM LAH, INI BARU MENJAWAB LAMANYA SIANG DAN MALAM YANG SAMA YAITU 12 JAM.

Woles woles :D, ok my friend, setelah kita mengetahui bagaimana pengaruh rotasi bumi dan terbitnya matahari, tentu kita bisa dengan mudah dong menentukan bagaimana bisa terjadi hari tanpa malam.

Masih belum terbayang juga?

Baiklah, saya akan mulai dari tempat atau negara yang mengalami siang selama 24 jam.

Negara apa saja yang mengalami perbedaan lamanya siang dan malam dengan exrtrim?

Berikut adalah nama-nama negara yang mengalami perbedaan lamanya siang dan malam yang extrim:

  1. Norwegia
  2. Finlandia
  3. Swedia
  4. Alaska
  5. Kanada utara
  6. Rusia utara

Negara-negara tersebut adalah beberapa contoh negara yang mengalami perbedaan extrim antara lamanya siang dan malam.

Negara yang disebutkan dari no 1 s.d 3 merupakan negara yang berada dikisaran 60 derajat lintang utara, dan no 4 s.d 6 merupakan negara yang berada dikisaran 66,5 derajat lintang utara.

Dari contoh 6 negara di atas artinya, bahwa negara-negara tersebut mengalami waktu siang yang tentu saja lebih dari 12 jam.

Menurut buku yang saya baca yang berjudul ‘AYAT-AYAT SEMESTA’ karya ahli fisika teoritis lulusan Universitas Hirosima, Jepang yaitu Agus Purwanto, D.Sc, bahwa lamanya siang itu berdasarkan lintang, sbb:

No

Derajat Lintang Utara (daerah)

24 Jam

Siang

Malam

1

50

16 jam 9 menit

7 jam 51 menit

2

55

17 jam 6 menit

6 jam 54 menit

3

60

18 jam 30 menit

5 jam 30 menit

4

65

21 jam 8 menit

2 jam 52 menit

5

66

22 jam 16 menit

1 jam 44 menit

6

66,3

23 jam 28 menit

0 jam 32 menit

7

66,33

24 jam 00 menit

0 jam 00 menit

Tabel. 1

Tabel di atas menunjukkan bahwa negara atau daerah yang berada dikisaran 66, 33 derajat lintang utara dan lebih dari itu merupakan wilayah yang mengalami hari tanpa malam, alias dalam 24 jam nya adalah siang terus.

Jika dalam satu bulan ada 30 hari berarti ada beberapa daerah/negara yang menghabiskan satu bulannya lebih banyak siang, seperti yang terdapat dalam tabel berikut ini:

No

Derajat Lintang (daerah)

Jumlah hari tanpa malam

1

66,35

5

2

66,38

9

3

66,40

11

4

66,45

15

5

66,50

18

6

66,55

20

7

67

22

Tabel. 2

Teman - teman itulah fenomena hari tanpa malam yang sudah kita sama-sama bahas di atas, berdasarkan uraian tersebut kita sebagai orang Indonesia bersyukur dan patut bertasbih atas kuasa Allah SWT.

Kebayang jika kita tinggal di daerah yang mengalami waktu siangnya lebih lama daripada waktu malam, misal lebih dari 21 jam saja, kalau yang muslim pas datang bulan Ramadhan, maka puasanya bisa lama juga ya hehe.

Kita di Indonesia paling lama juga waktu siang itu paling sampai 15 jam, kebayang kalau 21 jam lebih, baru juga buka puasa segera beberapa jam kemudian sudah harus sahur lagi.

Tapi pasti ada kesepakatan berdasarkan ijtihad para ahli ilmu agama islam tentang waktu puasa yang ditentukan kalau siangnya itu 24 jam, (nanti teman-teman bisa CURHAT DONG sama mamah Dedeh :D ).

Semoga ulasan kita tentang hari tanpa malam dapat menambah wawasan dan kesyukuran kita kepada Allah SWT, dan semoga bermanfaat.

Mohon maaf apabila dalam penyajian tulisan ini ada banyak kesalahan atau tidak sengaja menyinggung, karena saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari salah.

Sumber kebenaran itu Mutlak datangnya dari Allah SWT.

Oya satu lagi sebelum saya tutup ulasan cerita, sedikit saya ingin curhat lagi, kalau beberapa waktu lalu tidak bisa menulis dan posting di blog.

Karena terkait password dan ada sedikit masalah dengan akun di google, namun Alhamdulillah akhirnya saya bisa kembali lagi menulis dan masuk dalam akun blog tehiis.com sehingga bisa tersaji curahan cerita di atas.

Wabillaahitaufiq Walhidayah Wassalaamualaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hari Tanpa Malam"

Post a Comment

Silahkan berkomentar berkaitan dengan isi konten. Mohon untuk tidak berkomentar yang dapat menimbulkan ujaran kebencian dan isu SARA.

Iklan Bawah Artikel