Featured Post

Sejarah Lagu Nina Bobo Sangat Menyeramkan

Sejarah Lagu Nina Bobo Sangat Menyeramkan

Misteri di Balik Lagu Nina Bobo yang Bikin Merinding

Adakah diantara sobat sekalian yang TAHU lagu nina bobo?...Jawabannya pasti hampir semua dari kita tahu lagu tersebut. 

Sebagian dari kita yang sewaktu kecilnya selalu dinyanyiin lagu tersebut oleh orang tua kita.

Namun tahukah sobat, lagu tersebut memiliki asal usul atau sejarah yang membuat bulu kuduk kita merinding.

Sebagaimana diberitakan di Len Tudey 😀, kalau lagu tersebut berawal dari sebuah keluarga yang memiliki anak kecil bernama Helenia.

Helenia memiliki panggilan Nina yang lahir dari ayah asli Belanda yang bernama Van Rodjnik dan ibu asli Jawa yang bernama Mustika.

Karena Nina sering susah tidur, ibunya yang bernama sering menyenandubngkan serangkaian nada untuk menidurkannya.

Sang ayah membuatkan lirik senandung untuk ibunya Nina. Senandung liriknya seperti yang kita ketahui saat ini. 

Diceritakan bahwa Nina sakit parah dan meninggal di usia 6 tahun.

Meskipun Nina telah meninggal dunia, Van Rodjnik masih sering mendengar Mustika menyanyikan lagu pengantar tidur.

Istrinya mengaku kalau dia sering mendengar tangisan Nina yang minta dinyanyikan. Mustika terus melakukan hal ini setiap malam sampai meninggal.

Giliran Van Rodjnik yang dihantui oleh anaknya sehingga mau enggak mau ikut menyanyikan lagu tersebut sampai meninggal.

Setelah itu mulai tersebar kepercayaan kalau kita menyanyikan lagu nina bobo buat menidurkan anak kecil, arwah Nina akan datang buat menjaga anak tersebut selama tidur.

Begitulah cerita sejarahnya...
(saya sendiri coba googling siapa pencipta lagu tersebut... tapi hasilnya...)

Sibat sekalian Masih berani menyanyikan lagu tersebut sebagai pengantar tidur?? 😱🙈

Sebaiknya sobat sebelum tidur baca doa, baca solawat Nabi, bukan nyanyi2 gazebo... pa lg c blablabla bobo...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sejarah Lagu Nina Bobo Sangat Menyeramkan"

Post a Comment

Silahkan berkomentar berkaitan dengan isi konten. Mohon untuk tidak berkomentar yang dapat menimbulkan ujaran kebencian dan isu SARA.

Iklan Bawah Artikel