Featured Post

PBSI DIPAKSA IKUTI ATURAN SERVIS BARU BWF

PBSI DIPAKSA IKUTI ATURAN SERVIS BARU BWF
BL-www.tehiis.com
Sobat pecinta bulutangkis (Badminton Lover), kita ketahui dalam beberapa pemberitaan di media elektronik maupun cetak tentang aturan baru BWF.

Dalam peraturannya bahwa Federasi Bulutangkis dunia (BWF) telah memberlakukan regulasi baru, yang salah satunya adalah aturan servis.

Aturan servis yang diberlakukan oleh BWF yaitu bahwa setiap pemain pada saat melakukan servis, tinggi servisnya maksimal harus 115 cm dari atas permukaan lapangan.

Dengan adanya aturan tersebut tentu saja sangat berdampak untuk para pemain.

Dampak untuk para pemain bisa kita kategorikan berdasarkan postur tubuh.

Bagi pemain yang memiliki postur tubuh yang tinggi akan cukup kesulitan dalam menentukan patokan, apakah sudah pas atau tepat di bawah 115 cm atau belum.

Hal ini tentu saja membuat pemain yang sudah melatih servisnya dalam beberapa tahun lamanya, harus bisa cepat menyesuaikan dengan aturan servis baru ini.

Mengingat aturan ini akan mulai diberlakukan BWF pada perhelatan ALL ENGLAND 14-18 Maret tahun ini.

Sedangkan untuk pemain yang memiliki postur tidak tinggi, seperti ganda kesayangan kita semua (Duo Minions) Kevin/Marcus.

Aturan servis baru ini tidak begitu berdampak, seperti sobat ketahui kalau Ganda kesayangan kita ini memiliki senjata andalan servis yang CIAMIIIK.

Mungkin Kevin/Marcus atau pemain yang berpostur tidak tinggi lainnya “diuntungkan” dengan aturan servis baru ini, hanya memerlukan penyesuaian saja.

Bahkan seperti diberitakan metrotvnews menurut Susi Susanti yang juga sebagai KABID pembinaan di PBSI membenarkan hal itu.

Selain itu peraturan servis baru yang dibelakukan BWF tersebut memiliki beberapa kelemahan, yaitu:
  • Hasil keputusan wasit dimungkinkan akan kontroversial.
Jelas saja, karena bagaimanapun wasit juga manusia biasa yang hanya punya dua mata untuk melihat, belum tentu matanya normal, bisa saja minus, betul gak sobat?.
  • Jika sudut pandang mata wasit tidak sesuai, bisa saja keputusannya merugikan pemain, kemudian pemain jadi tidak fokus. (semoga pemain kita tetap fokus ya)
  • Jalannya pertandingan mungkin akan kurang seru, karena pemain benar-benar berpatok pada tingginya servis. (hmm..monoton kali ya)

Mengingatkan kita pada pemain Mohamad Ahsan yang kala itu sering di fault oleh service judge.
Sehingga pada saat itu dengan aksinya yang mengundang tawa, M. Ahsan menaikan tali sekaligus bawahan celananya sampai di atas pinggang supaya terlihat tinggi (kaya OGUT 😁😂).

Setelah sempat sebelumnya M. Ahsan meminta service judge untuk mencontohkan servis kepadanya, denga menyodorkan raket kepada service judge saat itu.

(Ayah yang satu ini bikin kita yang menonton ikut tertawa sambil dukung dengan aksinya tersebut)

Pertandingan kala itu ganda putra M. Ahsan/Hendra Setiawan VS Ganda Putra Tiongkok.

Sobat dapat melihat kan, dulu saja sebelum ada peraturan servis baru, keputusan wasit terkadang kontroversi.

Apalagi sekarang dengan aturan servis baru yang berpatokan harus maksimal 115 cm dari permukaan lapangan.

Keputusan wasit bisa lebih kontroversi lagi, sebagaimana yang sudah saya sebutkan tentang kelemahan aturan baru di atas. (Yowis ra popo lah sob, namanya juga baru percobaan)

Oleh karena itu PBSI kita merasa terpaksa dan mau tidak mau memang harus mengikuti, dan segera menyesuaikan, terlepas dari kontroversi keputusan wasit yang dikhawatirkan akan terjadi.

Aturan tetaplah aturan yang harus tetap kita hormati walaupun meninggalkan kontroversi, dan jangan lupa sobat untuk dukung terus para PAHLAWAN olahraga kita.

Dukunglah mereka saat JUARA ataupun TIDAK.


Semoga PBSI maju terus!!! JUARA!!!  Aamien.


Terima kasih, sudah menyempatkan untuk mampir dan membaca ke blog saya. Semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "PBSI DIPAKSA IKUTI ATURAN SERVIS BARU BWF "

Post a Comment

Silahkan berkomentar berkaitan dengan isi konten. Mohon untuk tidak berkomentar yang dapat menimbulkan ujaran kebencian dan isu SARA.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel